Minggu, 18 Januari 2015

Belajar Cerpen kepada Penulis Dunia



"Rahasia Sukses dengan Kalimat Sederhana"

Dalam website yang ditulis Anto Dachlan, ada tips menarik untuk membikin cerpen atau resep penulis kelas dunia. Dialah Ernest Miller Hemingway (1899-1961). Dia adalah peletak standar fiksi Amerika (khususnya cerpen). Dia penulis yang sukses meninggalkan pengaruh luar biasa bagi fiksi dunia.  Ezra Pound bahkan menjulukinya sebagai ‘Penulis prosa dengan gaya terbaik di dunia’.

Apa rahasia di balik segala pencapaian sukses Hemingway itu? Jawabnya, kesederhanaan.

Lalu bagaimana cara Hemingway menyederhanakan tulisan ?

1. Kalimat Singkat
Penulis yang baik berusaha memudahkan pembaca menangkap pesan cerita. Untuk itu Hemingway menyarankan memakai kalimat-kalimat pendek. Kalimat panjang berarti anda memakai tanda koma terlalu banyak. Kalimat pendek rata-rata berjumlah 10 kata atau kurang  Pangkas kata sifat dan kata keterangan yang tidak ekonomis. Biasakan memilih kata ‘dan’ ketimbang tanda ‘koma’.
Contoh sederhana kalimat pendek umumnya berpola S-P-O.

Mengapa kalimat pendek ?
Otak manusia punya keterbatasan dalam mencerna kalimat panjang dan lebih mudah menyerap informasi dalam bentuk kalimat pendek. Kalimat majemuk menunjukkan kesulitan penulisnya merumuskan gagasan. 
Pembaca tidak peduli seberapa kaya kosa kata anda. Pembaca akan berhenti bila merasa tidak bisa terhubung dengan cerpen anda.

2. Paragraf Pendek
Idealnya tiap paragraf hanya berisi satu ide pokok. Cara ini membantu pembaca mencerna informasi.
Otak manusia menerima informasi yang lebih baik ketika itu dipecah menjadi potongan kecil. Paragraf pendek tercipta dengan sendirinya bila kita menulis dengan jelas dan mudah dimengerti. Paragraf panjang tercipta bila penulis tergoda untuk menunjukkan kepada pembaca, betapa luas pengetahuan yang dimilikinya.
Cerita pendek Papa terlihat memotong dengan cepat dari satu adegan ke adegan yang lain (sinematik). Ini membuat deskripsi dan narasi minim jatah dalam contoh cerpen Hemingway.

Papa menghindar memberitahu segala hal yang dia tahu kepada pembaca. Papa memberi tahu kurang dari yang sebenarnya dia tahu. Secara khusus, Papa menggambarkan teknik ini dalam teori ‘gunung es’;
1/8 fakta-fakta keras melayang di atas air. Sementara 7/8 bagian cerita berupa struktur pendukung, lengkap dengan simbolisme, berada jauh di kedalaman. Papa pada dasarnya menceritakan apa yang tokoh-tokohnya lakukan (adegan) dan katakan (dialog). Bukan apa yang mereka pikir dan rasakan.
Dengan kata lain, Papa memberitahu pembaca tanpa benar-benar memberi tahu mereka.

3. Kalimat Positif
Kalimat positif mudah dicerna. Pada dasarnya itu adalah cara mengatakan tentang sesuatu secara lansung daripada memilih mengatakannya dengan cara berlawanan. Contohnya :
  • Kalimat positif : Pedagang K5 menolak rencana penggusuran
  • Kalimat negatif : Pedagang K5 tidak menerima rencana penggusuran
Kalimat positif terasa lebih ringan dan memudahkan pembaca memahami ide-ide yang direpresentasikan.


Pengarang Arswendo Atmowiloto dalam Cerpen "Kucing yang Berubah Jadi Manusia" (Media Indonesia, 16 November 2014), salah satu contoh menggunakan teknik kalimat sederhana. Coba simak pembukaan cerpen itu: Kucing itu sepertinya dikirim oleh induknya, seekor betina yang buta. Atau minimal pandangannya terbatas karena jalannya tidak lurus dan beberapa kali menabrak benda-benda yang ada di depannya. Bahkan kehadirannya agak aneh. Betina hamil itu muncul begitu saja di lantai 9, tempat tinggal saya.
 
Cerpen ini enak dibaca, mengalir, dan kalimat sederhana--sungguh memukau dengan ide yang sederhana pula, mampu mengajak pembaca untuk membacanya dan memberikan kesan tersendiri.



Contoh cerpen lainnya, pengarang Ahmad Tohari dalam "Karsim Menyeberang Jalan", aku menemukan betapa kalimat sederhana yang dirangkai begitu mengalir indah dan memiliki daya tarik pembaca untuk mengikuti rangkaian kata demi kata.

Dalam pembukaan cerpennya, penulis novel Ronggeng Dukuh Paruk itu menulis: Ketika kabar kematian dirinya disiarkan lewat corong masjid, Karsim sedang terpukau. Karsim terpana karena segalanya telah berubah. Dia yakin matanya melihat segala sesuatu menjadi lebih terang, lebih nyata. Dedaunan menjadi lebih hijau dan berpendar-pendar. Juga bunga-bungaan. Kuning kembang waru menjadi lebih kuning, lebih cemerlang. Semuanya berubah menjadi lebih apa, Karsim tidak bisa mengatakannya.

Karsim melihat semua anak-anak seperti bergerak dalam balutan cahaya. Juga kucing, kambing, burung-burung, tikus, dan semuanya. Juga Nenek Painah yang biasa tidak menghabiskan sarapannya demi seekor ayam jantan kesayangannya. Nenek Painah jadi cantik sekali.

Begitulah, salah satu teknik menggunakan kalimat sederhana, namun memiliki daya pikat yang 'menghipnotis' pembaca untuk tuntas membaca cerpen.

Kunci terakhir adalah bagaimana belajar dan belajar dari orang yang piawai membikin cerpen. Tentu pula diperlukan waktu yang banyak untuk terus membaca karya penulis dunia, penulis "best seller", juga penulis hebat tentu saja.

Asah terus penamu, tajamkan mata batinmu! (catatan garib)

1 komentar: