Sabtu, 17 Januari 2015

Bagaimana Menjinakkan Ide Agar Tetap "Liar"


"Istirahatlah yang Cukup untuk Mengendapkan Ide" 



Saat menggarap karangan, terkadang ide mampet, jenuh, dan sulit mendapatkan "mood". Aku tak sepandai Seno Gumira Ajidarma, yang idenya sederhana, tetapi bisa menghasilkan karya yang monumental. Coba baca Cerpen "Pelajaran Mengarang" yang pernah dimuat di Kompas dan terpilih menjadi cerpen terbaik--bahkan karyanya mengilhami "drama" di sebuah TV Swasta dengan judul: Ibuku Seorang P...

Aku juga tak selihai Putu Wijaya, yang hanya memberi judul satu kata, namun, liar dalam bercerita. Coba simak beberapa cerpennya cukup menulis judul pendek seperti Protes. Atau dalam novelnya: LHO, DOR, TOL.

Membaca karya orang lain, sungguh bagiku memberikan warna, dan juga memberikan daya pikat yang menghasilkan "feed back", ide baru yang kemudian bisa kita kembangkan dengan kisah yang lain. Sah-sah saja, asal jangan menjadi seorang plagiat, atau cukup dengan copy paste bukan?

Ide menulis tentu, bisa lahir di mana saja. Penulis buku penerbitan, yang kini menyebut dirinya sebagai komporis menulis--Bambang Trim, mengakui ide bisa didapatkan dari pengalaman bertemu dengan relasi, kisah perjalanan, dan memperbanyak tali silaturahmi. Karena itu, idenya tak pernah sepi untuk menerbitkan banyak buku.

Kalau dirasa tetap suntuk untuk mengarang, aku sering merenung sejenak. Kosongkan pikiran, dan tarik nafas, serta menyiapkan batin untuk merasakan geliat kreativitas yang dirasakan oleh seluruh indra dalam tubuhku.

Aku juga suka mengarang atau menulis, dengan ditemani secangkir kopi dan rokok yang terus menemani hingga asapnya mengepul memenuhi ruangan. Suasana yang mengasyikkan seperti itu--menurutku adalah "mood" yang lahir dan hidup terjaga sepanjang "ide liar' itu harus kujinakkan. Apakah kopi dan rokok sudah menjadi candu buatku? Tidak juga, tapi kopi dan rokok adalah sahabatku disaat menemani proses kreatifku.


Dalam sebuah laman di internet, aku menemukan tips untuk orang-orang kreatif agar idenya tetap terjaga dan tetap segar menyuguhkan karya. Simak berikut ini.

Beberapa orang terlahir dengan bakat kreatif secara alami. Namun tak sedikit pula orang yang tak memiliki bakat itu.

Kreativitas memang tak datang dengan mudah dan dipaksakan. Namun Anda bisa melakukan kebiasaan memicu timbulnya kreativitas seperti berikut:

1. Sering membaca
Membaca akan memperkenalkan Anda pada karakter baru dan berimajinasi mendapatkan inspirasi kreatif dari buku. Buku baru dengan cerita inspiratif baru akan membawa Anda mengenal tempat baru.

2. Mendengarkan musik
Jika ingin suasana hati mencerminkan kreativitas Anda, ubahlah sesuatu yang didengar. Misalnya merubah irama musik untuk mendapatkan kreatifitas.

3. Peduli dengan lingkungan
Anda akan menjadi pribadi yang tertutup dan kurang kreatif jika tidak peduli dengan lingkungan sekitar. Padahal lingkungan sekitar seperti lanskap indah. Pakaian menawam pada dasarnya bisa menjadi sumber inspirasi.

4. Melakukan perjalanan
Pemandangan, suara, dan bau dapat menginspirasi kreativitas. Dalam bepergian, luangkan waktu berbicara dengan penduduk setempat dan mencatat semua yang dilakukan selama perjalanan.

5. Berdandan
Luangkan waktu ekstra untuk mengenakan pakaian lucu, menata rambut, dan mengenakan makeup. Semakin Anda percaya diri semakin Anda merasakan ide-ide kreatif.

6. Berolahraga
Berolahraga akan memicu adrenalin. Kebiasaan itu akan memicu kreatifitas, membuat diri rileks, dan melupakan masalah Anda.

7. Minum teh
Sering meminum teh akan membuat diri santai dan otomatis ide kreatif akan muncul.

8. Membawa notebook ke mana saja
Membawa gadget adalah gagasan bagus jika tidak ingin melupakan ide yang tiba-tiba muncul. Anda pun bisa segera menuliskannya segera.

9. Merapikan tempat kerja
Ruangan kerja berantakan akan mengalihkan perhatian Anda untuk tetap fokus pada ide-ide yang inspiratif.

10. Mendapatkan kritik konstruktif
Teman dan kolega yang dipercaya memberikan umpan balik apa yang Anda kerjakan disebut kritik konstruktif. Kritik membangun itu bisa menjadi sumber ide baru.

11. Mencoba sesuatu yang baru
Pengalaman baru berarti sumber inspirasi baru untuk kreativitas Anda. Terlepas dari apakah Anda menyukainya atau tidak, belajar sesuatu yang baru sama dengan menambah kreatifitas.

12. Bersenang-senang
Mencoret-coret sesuatu yang konyol untuk ditertawakan atau menonton film lucu adalah kebiasaan kreatif sekaligus menyenangkan. Pasalnya Anda berada dalam suasana hati yang baik untuk menjadi lebih kreatif.


Demikianlah, pada akhirnya, kreativitas harus tetap dijaga dan diasah. Tajamkan penamu, curahkan seluruh ide liarmu, seperti Seno atau Putu Wijaya. (catatan garib)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar